Hubungan Bond atau Obligasi dengan Saham, Forex dan Gold

Yield (imbal balik) bond (obligasi) US treasury tenor 10 tahun pada minggu terakhir April 2018 naik menjadi sekitar 3%. Ini merupakan yield tertinggi sejak Januari 2014. Banyak pertanyaan yang masuk ke saya seperti:

1. Apa itu bond (obligasi)?
2. Apa hubungan yield & harga obligasi dengan inflasi & suku bunga?
3. Apa efeknya bagi index saham?
4. Apa efeknya bagi mata uang?
5. Apa efeknya bagi komoditi seperti gold

surat utang

Berikut penjelasanya:

Jawaban 1

Obligasi adalah surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang. Dalam obligasi dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon), yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di umumnya 1 hingga 10 tahun. Saat jatuh tempo uang yang dipinjam tadi harus dikembalikan 100%. Kita akan mendapatkan sejumlah bunga yang disebut dengan bond yield, yang dibayarkan dalam setiap periode tertentu. Bond yield mengacu pada tingkat pengembalian atau bunga yang dibayarkan kepada pemilik obligasi. Sedangkan harga obligasi itu sendiri adalah sejumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli obligasi.

Diterbitkannya obligasi dilatarbelakangi upaya menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Bila ditinjau dari sudut pandang pebisnis, obligasi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan dana segar demi berjalannya usaha. Sementara negara memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keuntungan yang diperoleh dari kupon (bunga) yang terbagi atas tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Walaupun demikian, ada obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi yang didapat bisa besar tergantung dari jangka waktu obligasi. Makin lama, makin besar keuntungannya.

Keuntungan obligasi khususnya yang dikeluarkan negara: sangat aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU. Kupon/bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito. Obligasi negara bisa dijaminkan sebagai agunan. Kemudian mudah untuk diperdagangkan di luar bursa atau di pasar sekunder yang mekanismenya sudah diatur.

Sampai saat ini tak satu pun produk investasi yang hanya memiliki kelebihan tanpa memiliki kekurangan. Selain kelebihan, obligasi juga memiliki kekurangan yang perlu diperhatikan, di antaranya: rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil. Perubahan-perubahan tersebut berdampak pada pasar keuangan. Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di pasar sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Sebab harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.

surat utang


Jawaban 2

Perubahan yield BIASANYA sejalan dengan perubahan tingkat suku bunga bank. Jika suku bunga bank naik maka yield bond naik, dan sebaliknya. Dalam teorinya apabila YIELD obligasi DIEKSPEKTASIKAN akan NAIK, maka HARGA obligasi akan TURUN, sebaliknya apabila YIELD obligasi DIEKSPEKTASIKAN akan TURUN, maka HARGA obligasi akan NAIK.

Inflasi akan berpengaruh pada yield itu. Urutannya begini: pada saat inflasi naik maka umumnya direspon dengan kenaikan suku bunga. Peningkatan suku bunga biasanya diikuti kenaikan yield obligasi dan akhirnya harga obligasinya turun.

Sebagai gambaran, kita lihat harga salah satu obligasi acuan (benchmark) yaitu Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun (FR59):

Data Bloomberg mencatat, pada 3 Maret 2017, yieldnya sebesar 7,47 persen pada harga 96,68. Pada 6 Maret 2017, yieldnya berubah turun 0,02 persen menjadi 7,45 persen sebaliknya harganya naik 0,11 persen menjadi 96,79.

Pada prakteknya, pasar sering potong kompas. Pada saat inflasi baru diekspektasikan akan naik saja, pasar meyakini suku bunga akan naik dan dampaknya terhadap harga obligasi sudah langsung terjadi. Padahal suku bunga sebenarnya belum merespon sedikit pun, sering terjadi obligasi akan ditransaksikan pada yield yang lebih tinggi sehingga harga obligasi menjadi turun. Perubahan suku bunga itu sendiri mungkin baru terjadi beberapa bulan kemudian dan bisa saja ternyata berbeda dengan ekspektasi pasar. 

Biasanya negara dikatakan sedang atau akan krisis  diketahui dari besaran yield obligasinya. Sebagai referensi, angka darurat untuk negara di Eropa adalah ketika yield obligasi 10 tahun melewati 7%. Ketika yield melewati angka tersebut, artinya biaya yang dibutuhkan bagi suatu negara untuk memperoleh pinjaman baru adalah sebesar 7%. Angka ini dianggap sudah terlalu tinggi oleh sebagian negara misalkan  Irlandia dan Portugal yang menurut data langsung meminta bantuan kepada IMF kala mencapai angka tersebut.

Pergerakan yield obligasi AS juga mempengaruhi yield obligasi Indonesia.  Selisih antara yield obligasi AS dengan yield obligasi Indonesia sekitar 500 basis poin. Kenaikan yield akan menyebabkan penurunan harga obligasi dan akan menyebabkan penurunan pada harga reksa dana pendapatan tetap dan campuran yang basisnya obligasi.

Dari uraian di atas dapat diberikan beberapa kesimpulan bahwa:

  1. Perubahan yield bisa meramalkan perubahan suku bunga yang akan terjadi di masa mendatang
  2. Perubahan yield bisa menyebabkan kenaikan atau penurunan harga pada reksa dana berbasis obligasi
  3. Perubahan yield bisa mengetahui apakah suatu negara sedang dalam kondisi krisis atau tidak

Jawaban 3

Yield obligasi adalah indikator yang sangat baik terhadap kekuatan pasar saham suatu negara. Bond yield AS misalnya mengindikasikan kondisi pasar modal AS. Dengan demikian hal ini mencerminkan permintaan akan mata uang US Dollar (USD). 

Banyaknya permintaan akan obligasi (pemerintah atau swasta) biasanya disebabkan oleh banyaknya investor yang ingin menginvestasikan hartanya kedalam instrumen investasi yang low-risk (berisiko rendah). Dan semakin banyaknya permintaan obligasi akan menyebabkan semakin mahal harga obligasi tersebut yang pada akhirnya akan menurunkan bond yield yang bisa didapat.

Semakin banyak investor yang menjauh dari instrumen investasi berisiko lebih tinggi (misalkan saham) maka akan meningkatkan jumlah permintaan instrumen berisiko rendah seperti Obligasi US dan safe heaven US Dollar.

Dengan demikian jika yield obligasi US treasury naik, maka harga obligasinya akan turun sehingga berpotensi membuat investor akan ramai membeli karena harga lebih murah. Saat itu terjadi investor sering menjual semua/sebagian sahamnya dan membeli obligasi US treasury. Ini berpotensi membuat saham turun & efeknya indeks S&P 500 dan Dow Jones pun akan mengalami penurunan.


Jawaban 4

Seperti diuraikan di atas, kenaikan tingkat suku bunga bank sebelum dan sesudahnya akan menaikan yield dan menurunkan harga obligasi. Teorinya akan menyebabkan nilai tukar mata uang menguat. Jadi meningkatnya yield obligasi (atau turunnya harga bond) menyebabkan kenaikan nilai tukar mata uang.

Hal ini juga diperkuat dengan logika kebutuhan investor akan mata uang akan semakin tinggi untuk membeli obligasi. Jika misalkan yield obligasi US treasury naik, maka harga obligasinya akan turun sehingga berpotensi membuat investor akan ramai membeli karena harga lebih murah. Saat itu terjadi investor membutuhkan dana sehingga kebutuhan akan USD akan tinggi. Dengan demikian harga USD berpotensi akan naik karena tingginya permintaan.

Keadaan ini bisa terjadi pada kondisi ekonomi dengan inflasi positif (normal). Pada keadaan perekonomian yang sedang deflasi, maka akan terjadi pergeseran atau perubahan hubungan antar parameter tersebut diatas.


Jawaban 5

Kaitan bond dengan komoditi tidak terlepas dari hubungan mata uang dengan komoditi. Dan hal tersebut jelas efek kenaikan yield terhadap komoditi sudah ada di jawaban 2-4. Hubungan antara emas dan US dollar sendiri cenderung mempunyai korelasi negatif. Secara tradisional bila yield naik harga obligasi menjadi turun, investor cenderung untuk membeli US dollar dan menjual emas, dan sebaliknya. Dengan demikian kenaikan yield berpotensi membuat komoditi seperti emas akan turun

Hubungan antara instrumen investasi tersebut dikenal dengan istilah Intermarket. Intermarket berarti hubungan dan interaksi antara berbagai jenis pasar dengan instrument tradingnya masing-masing. Pergerakan harga dari berbagai jenis pasar tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Misalnya antara pasar saham dan pasar komoditi, antara pasar komoditi dan pasar forex dan lain sebagainya. Para trader forex profesional selalu menerapkan metode analisa intermarket guna memaksimalkan keuntungan dan mengurangi resiko akibat pengaruh salah satu jenis pasar terhadap pasar forex. Selain itu trader forex juga bisa melakukan hedging posisi tradingnya dengan masuk pada jenis pasar yang lain.

Materi analisa Fundamental seperti Intermarket yang lebih lengkap menjadi salah 1 materi yang saya sampaikan dalam coaching & LIVE #TradingTenangSenang Forex Gold dengan lifetime support dengan jadwal lengkap bisa klik di sini.

Login FB & Silahkan Komen

comments

Scroll to top
%d bloggers like this: